CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sabtu, 24 Oktober 2009

Dear guys, I haven't published anything for about a month. Lol, i have a kinda busy week. It's just a lil bit different today, School gives us a rest day at home, day when we should study while the teachers have a kind of meeting. But well, I still have to go to school at 11.00 am. I never thought it before and I didn't dream at all, but well my Bahasa Indonesia techer insisted me to attend the MC audition for Symphony Orchestra. Well, for your information Symhony Orchetra is a concert of my school orchetra teams. The members are originally the students, so whoever you are, you may come and enjoy the concert at December 16-17 in Auditorium Santa Ursula BSD.
Okey, back to the story, after the audition in junior high, me and Vena Juniarti got our way to audition with Senior High. Afterall, the senior high didn't confirm for long time, so I thought I just ain't make it at all and I felt just fine. But then, yesterday, after the interval, they called me and said that I'm chosen. Well, I'm pretty surprised, I'm gonna be the MC. There are also Jennifer Ruth and Niko from Senior High and Sari from Elementary School, but my partner is Niko. But well, it might chance anyway, I haven't practiced in front of Sr. Fransisco and it's gonna be the most terrifying part. If she didn't expect me I'd be quit. But just pray for me and I'm trying to do my best.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Have 'ya Found One?


Guys, tumben2an nih gw ngeluarin 2 postingan dalam satu hari. Nih, cuma gambar doang yg gw ambil dari google, tepatnya menurut google, berasal dari delilan007.multiply.com/guestbook. Mungkin seperti inilah definisi best-friends alias homie! Sekalian bwt negesin posting sebelomnya ajah.
Btw, nih link bwt lagu Feels Like Home dgn adegannya dalam film.
Trus ini buat Home- Vanessa Carlton yang dibuat dgn gambar2 skaligus pengertiannya. Sayang, Vanessa sendiri nggak pernah bikin video klip khusus bwt lagu ini...

Home: It's an Abstract Feeling

Dear all my blog visitors, it's me. Rawr, dunno if I should be happy or not. Harusnya, hari ini aku ikut Minggu Misi sedekanat di St.Odilia, Tigaraksa. Tapi, inilah hasilnya kalo salah nerima informasi. Aku batal pergi, that's all dan hanya bisa geje-gejean online di kompi.

Anywaay, mau ngomongin apa, ya (lagi geje, nih..). This week seems very very fine. Aku nggak ngalamin kesialan macem-macem daan hari Senen lalu barusan aku lewati dengan dosa yang-just being honest- agak bikin bangga. Bukan dosa aneh-aneh kayak ngeganja atau semacamnya, sih. Kalo yang dari gitu-gituan gue masih bersih. Tapi, biarpun emang bukan dosa besar, keliatannya bukan itu yang pengen aku omongin sekarang.


Oiya, ada yang udah pernah denger nama Vanessa Carlton gak? She's best known with her single "A Thousand Miles" (have ya got it?). Ugh, I'm in love with her music! She ain't famous but her music is really beautiful. Ehm, kalo mau denger lagu lainnya, aku bisa memperdengarkan salah satunya. Liat ipod2an di blog ini, kan? Kalo misalkan bosen ma Breakaway-nya Kelly Clarkson, klik di menu daan pilih Home-Vanessa Carlton. Coba dengerin apa pikiran kita sama: kalau lirik dan permainan pianonya keren.

Setelah aku liat-liat lagi, ternyata ada banyak juga lagu yang bahas tentang Home. Kalo pernah nonton Brother Bear 2, perhatiin, deh, pas adegan perjalanan Nita, Kenai, dan ke Koda ke Hokani Falls, terutama adegan Nita diajarin berenang. Di adegan itu diputer lagu "Feels Like Home". I also love this song! Lagu ini dinyanyikan oleh Melissa Etheridge dan Josh Kelley. Ternyata dari dua lagu ini ajah, kita bisa tahu pengertian "home" itu sendiri.

Selama ini, kan, orang selalu mengartikan "home" itu sinonim dengan "house", padahal beda banget, cuy. Mungkin kalo diartiin ke Bahasa Indonesia artinya sama-sama rumah, but believe me they ain't the same. House itu lebih pada bentuk bangunan yang ditinggali manusia. Lalu, apa itu home? Let's find out together!

You all can see the lyrics of Home by Vanessa Carlton on the lyrics scroll (right under the Mixpod). Jadi, gw nulisinnya gak usah penuh, ya...

Some people live in the house on the hills, they wish they were some place else...
There's nobody there when t
hen evening is still...
Secrets with no one to tell...
Some I have known, has a ship where they sleep with sounds of rock on the coast
but can't find what they want the most...
(Chorus)

Even now, when I'm alone...
I've always known with you, I am home.

Okey, interupsi bentar. Kalau mau dianalisis, penulis lagu-yakin Vanessa sendiri- menjelaskan tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di berbagai tempat. Ada yang tinggal di daerah gunung2 gitu sama yang tinggal di atas kapal. Yang jelas mereka udah punya rumah semua, tapi... gak ngerasa nyaman. Mreka ngerasa hidup mereka gak lengkap di rumah itu.
Lalu, mari beralih ke chorus. Vanessa nggak jelasin dia tinggal di mana, but when she's with someone, whom she thinks very special, whe feels like she is home. Wew, bisa jadi ajah malah ceritanya dia nggak punya tempat buat ditingali, tapi dia merasa nyaman karena bersama orang yang dia cintai!

Now, let's skip some part and we go to the final lyrics!

For me, it's a glance and the smile on your face...
the touch of your hands and honest embrace...
for where I lay it's you I keep... This changing world, I fall asleep... With you all I know is I'm coming home, coming home...

Sama kayak analisis pertama, subjek dalam lagu ini memang tidak sendirian. Dia punya teman untuk dipercaya. Teman yang sangat baik. Bahkan dia sudah tidak peduli lagi pada gejolak dunia yang kian berubah dan menggilas hidupnya. Dia sudah malas untuk mikirin kelemahan dalam eksosistemnya. Dia hanya tahu ada sahabat baik yang menemani dia. And then she knows that she's home!

Kalau mau lihat dari Feels Like Home di Brother Bear 2, liat dari plot filmnya ajah ya. Jadi, Nita (Mandy Moore ass the voice talent), wanita Inuit, gagal menjalankan pernikahan dengan tunangannya lantaran ditakdirkan untuk menikah dengan Kenai, teman masa kecilnya. Padahal Kenai sendiri telah dikutuk menjadi beruang (selengkapnya di Brother Bear 1) dan tinggal dengan Koda si beruang kecil. Berdasarkan saran seorang dukun, Nita menemui Kenai dan menuntut "beruang" itu untuk menemaninya ke Hokani Falls untuk membakar amulet pemberian Kenai semasa kecil agar ikatan diantara mereka berdua musnah. Nita benci melewati perjalanan di hutan, terlebih dirinya fobia pada perairan. Namun, tuntunan bersahabat dari Kenai dan Koda menahirkan segala ketakutannya.

The Chorus of Feels Like Home
Now I realize so much more to learn...
I'm ready for the world, not scared of letting go... Now I realize so much more to feel... My heart know it's real... Part of me so long forgotten and this feels like home, home, home... Feels this like home...

analisis lagi.

And so now we know that home means a condition where you feel comfortable just in the way you are because you're with the ones who love and understand you... In your home, you could be just yourself and you may find the timeless happiness.


So, if we wanna see deeper, we might find there are so many people who don't have home (which it means not house). Maybe they live in a house like a castle, but.. they don't feel home because they don't know who are their really friends. It's awful you know. They might not feel thankful.

Ehm, maybe you're the one of those. Hey, cheer up, dude! It ain't be that bad. I think you might find someone who loves you... and at least we can find one.
Why don't you see to God... Hey, God is absolutely been in love with you for a long time. It's His longing to see you embrace Him! People may leave you, but God will not leave you. He knows whenever you feel bad and He knows what you need even before you tell in your prayer. For the ones who love and believe Him, He will give those ones an endless home which is full of love, glory and happiness...

Now start to pray. You don't always have to close your eyes and make a poem in your prayer. Just say what you feel and need and don't forget to say: "God, I love you and I give it all back to you..." Do it as a habit. When you get closer to God, you might feel home whatever happens....

Kamis, 08 Oktober 2009


Mimpi yang tak tergapai... adalah bagain dari realita. Memang ada filosofi yang berbunyi demikian. Tetapi... apakah sifatnya menyeluruh atau mutlak terjadi dalam segala kegagalan? Bagaimana kalau kesempatan itu sempat menghampiri biarpun hanya dalam gerakan yang perlahan? Ya, namun kala itu jiwa tengah dibelenggu keraguan yang menahan, menjauhkan dari kesempatan.
Kala itu, kau mungkin berpikir penampikan terjadi demi kebaikan. Kau ragu, takut, menjaga nama baik mungkin... Pada akhirnya, toh, kau terkejut menyaksikan kesedihan dan kebingungan....

Kalau kegagalan itu lukisan takdir, kau takkan pernah bersalah akan hal itu. Ketidakmampuanmu. Namun, kalau semua itu karena kebodohanmu menampik kesempatan, bukankah itu memang salahmu?Ya, kini hanya menyesali kata yang tak terujar dan senyum yang tak terkulum. Hal indah pun nampak pahit kini. Hal indah itulah kesempatan yang kau tampik! Kesempatan itu pernah mendekatimu, berniat menjamah hidupmu, namun kau berlari menjauh. Kau bersembunyi dalam keraguanmu. Kesempatan itu mungkin bisa menyakiti bahkan merusak tabir kokoh di sekelilingmu. Kelamaan, kau sadari bahwa kau mencintai kesempatan itu semenjak awal kau melangkah.

Akankah pandangan sayu kesempatan itu kan kembali tertuju padamu? Maukah?
Kankah terus kau terkuali lesu dan bertandas, "Aku bodoh, penakut, pendosa..."

Kamis, 17 September 2009


Hey, guys. Long time I don't write anything yet. Well, when I want to write, maybe this just would be the same a before. Not means like I wanna be a movie critics or somekind, but I found some wonderful movie to share at the time. I watched "The Boy in the Striped Pyjamas" just today at Social lesson (we're talking about Nazi). Somehow I want to watch it again and explore something more. Believe me that the movie, which is based from John Boyne's best selling novel, has a very touching and beautiful story (make me wanna watch more movie about Nazi and Jews...)

The story begins when a schutzstaffel officer, Ralph, brings his family moving to the countryside where he has to work there. This is a kind of difficult moment for his eight year-old boy, Bruno(Asa Butterfield), who has really enjoyed his life in Berlin with a lot of friends.

When they have moved, Bruno totally dislikes his new home by being homeschooled and not allowed to leave his house. Bruno always wonders to be outside his house, which is near with a strange place he calls "farm". From hisbedroom window, he also could see that the farm is full with people in striped pyjamas. One of those people is working in his house. Bruno gets to know this man, who later introduces himslef as a man named Pavel, after this old man helps him when he falls out from his homemade tire swing. Pavel is a kind man and he admits that he was a doctor before. But Pavel is being treated so badly by Bruno's father's adjutant, Kotler (Rupert Friend). While it's unknown to Bruno, her mother, Elsa, is getting confused that their house is near a Nazi Concentration Camp, which Jews people get exiled.

Being extremely bored, Bruno finds away to escape from his home to the woods near his house. While exploring the woods, he aboards to the "farm", he always sees from his bedroom window. He meets a boy in the striped pyjamas, who also share the same age as him, named Shmuel(Jack Scanlon). Both are divided by a fence but they have a conversation together and a glance they become friends. They both share story about their own lives. Sometimes Bruno brings him a food. Based from Shmuel's story, Bruno knows that the soldiers prison the jews, took away their clothes and foods, and only give them striped camp clothing.

Later Bruno becomes confused under his family's and teacher's explanation about the jews. They tell that the jews are not a kind of human being and they are the enemies. Vruno think that the jews are friendly like Shmuel and Pavel. Under confusion, Bruno keeps his friendship with Shmuel secretly through the fence secretly, thou he knows that this friendship might make his family get mad.

Well, I think that the movie is totally great for me. It tells about friendship, forgiveness, humanity and also some knowledges about the holocaust. We could see that Bruno and Shmuel are only fragile boy with very childish beliefs. Actually, Bruno couldn't really see what the soldiers, including his father, have done to the jews. He doesn't really know how suffered the jews are. All he knows is Shmuel is his best friend although his family say that jews are hideous savages. His friendship conquer all the family's foolish rules. He loves his friends no matter who they are.

The jews also bring us a wonderful feeling. If we want to see, Pavel should hate the Germanies who have imprisoned them and damned their life. But he still acts very kind to Bruno, the innocent child. When Bruno falls out from his swing, Pavel could leave him alone because it's none of his bussines. But he helps the child and mends the cut on his leg without any purpose but helping others! He does it without any commands. The same thing also happens to Shmuel. Once time, Bruno gets him into trouble, but he gives Bruno forgiveness when Bruno apologies.

Once I watched it, I fell in love. This movie is the one you must see thou, well, it ain't really a story with happy ending. From this movie we could learn that trough the eyes of childish boy, we could see a beautiful view that hidden in a hideous junk. Very beautiful... <3

Rabu, 02 September 2009


Judul Film: Cin(T)a
Sutradara:Sammaria Simanjutak
Pemeran: Sunny Soon, Saira Jihan
Distributor: Sembilan Matahari


Indonesia ialah Negara yang dimaraki oleh berbagai etnis dan agama. Ada beberapa anggapan yang menyatakan bahwa perbedaan merupakan hal yang membatasi hubungan di antara dua insan dari kalangan berbeda. Namun, hal tersebut tidaklah menghalangi lahirnya cinta.

Itulah hal yang terjadi antara tokoh Anissa dan Cina, dua individu dari kehidupan yang berbeda.

Cina(Sunny Soon), pemuda beretnis cina, berkarakter lugu dan optimistik dengan mimpinya meraih beasiswa ke Singapura. Setelah memulai hari sebagai mahasiswa baru di sebuah universitas di Bandung, ia bertemu Anissa (Saira Jihan), gadis Jawa berparas elok yang besar dalam adat muslim yang ketat. Kuliah Anissa di jurusan Arsitektur terhambat akibat keterlibatannya di kancah industri perfilman. Dirundung ketakutan gagal menyelesaikan Tugas Akhir, Anissa pun meminta bantuan Cina, yang kebetulan tengah mengalami kesulitan ekonomi. Biarpun memperoleh bayaran dari Anissa, Cina mengecap kenikmatan lain dalam menghabiskan waktu bersama gadis yang usianya pun jauh di atas dirinya. Namun, bom yang mengoyak gereja-gereja Kristen pada tahun 2000 seakan menuturkan perbedaan yang kentara di antara keduanya. Seakan Tuhan sendiri yang membatasi asmara di antara keduanya.

Film ini berpusat hanya kepada tokoh Cina dan Anissa serta kehidupan religi mereka. Seringkali keduanya tenggelam dalam diskusi antar agama yang bersifat inklusif. Pergulatan debat mereka dikemas dalam percakapan yang santai dan terbilang jenaka. Keduanya tak ragu melontarkan pernyataan mengenai ajaran agama masing-masing, namu mau memahami agama lain secara dewasa. Toleransi atas keduanya dibuktikan dalam hampir seluruh adegan film, terutama kala Cina membantu Anissa membuat ketupat saat Idul Fitri serta saling membuat Pohon Natal saat Natal tiba.

Dialog antar tokoh Anissa dan Cina pun juga menjurus pada diskusi mengenai perbedaan ras keduanya. Seperti saat Cina menyatakan bahwa Anissa menjalin asmara dengan pria dari berbagai etnis, kecuali yang berdarah tionghoa. Ledekan rasis pun sempat terlontar dari tokoh Anissa kala ia mengakui bisa menduga perasaan seorang lelaki terhadap dirinya lewat pandangan mata. "Gue nggak bisa liat. Mata lo kekecilan," ujarnya, kala menatap mata Cina.

Film independen karya Institut Teknologi Bandung(ITB) ini mengambil setting off-frame. Menurut sang sutradara, Sammaria Simanjutak, semua adegan hanya terpusat pada tokoh Anissa dan Cina semata. Sementara karakter lainnya hanya menyumbang suara saja atau tampil secara fisik namun tidak ditonjolkan. Setting ini diambil agar menimbulkan suasana "Dunia Milik Berdua", antara tokoh Cina dan Anissa. Sementara Sammaria juga menegaskan bahwa selain Cina dan Anissa, karakter yang vital dalam film ini ialah Tuhan. Tuhan, menurut Sammaria, hadir secara menyeluruh sekaligus abstrak dalam seluruh plot cerita.

Banyak adegan dalam film ini yang sebenarnya merupakan lambang dari korelasi antar tokoh. Emosi kedua tokoh pun dilambangkan juga dari jari keduanya yang digambarkan emoticon. Anissa menggambarkan matanya memanjang ke bawah sebagai lambang matanya yang besar, sementara Cina menggambar mata yang kecil atau sipit. Film ini pun juga menghadirkan kehadiran tokoh semut yang biasa bermain bebas di tangan Cina ataupun Anissa. Biarpun terlihat tak penting, semut sering memaraki banyak adegan dari film. Kebebasan yang diberikan kedua tokoh, dalam membiarkan "Si Semut" bermain tanpa mengusiknya, nampaknya merupakan lambang dari kebebasan yang diberikan Tuhan bagi manusia dalam menjalani hidup.

Aktor dan aktris pendatang baru, Sunny Soon dan Saira Jihan, mampu mendalami perannya sebagai tokoh Cina dan Anissa dengan sangat baik. Sunny mampu memainkan karakter Cina yang naif sekaligus cerdas, baik dalam adegan yang bersifat santai maupun emosional. Saira Jihan pun mampu memerankan tokoh Anissa yang cenderung lebih diam.

Sayangnya, bagian akhir film yang sangat mengganjal bisa nampak menghambat keseluruhan jalan cerita bila dilihat dari persepsi yang salah. Seusai menyaksikan keseluruhan film, banyak orang berpikir film ini memaparkan bahwa perbedaan etnis dan agama merupakan hambatan besar yang tak bisa ditolerir antara sepasang insan. Nyatanya tidak juga. Sebetulnya, film ini lebih memaparkan kasus untuk dijadikan bahan pertanyaan atau diskusi mengenai kasus yang seringkali terjadi. Namun, bila kita melihat film ini sebagai jawaban, dari kasus yang tengah marak di Nusantara ini, kita akan melihat film ini hanya sebagai sebuah kisah tanpa kejelasan atau menimbulkan kontroversi. Maka, film ini ada baiknya dilihat tidak dari sebelah mata, namun harus ditanggapi secara meluas.

Audio film ini pun juga belum terbilang sempurna, terutama dalam adegan diskusi agama antara Cina dan Anissa di Taman Bermain. Dialog yang dilontarkan bersifat sahut-sahutan dan sangat cepat sehingga ada beberapa dialog yang sulit ditangkap.

Film independen, yang telah di-launching di London, United Kingdom, ini merupakan film yang sangat baik untuk dijadikan bahan diskusi antara agama. Menanggapi apakah bisa sedemikian banyaknya realita yang bisa menghalangi persatuan antara dua insan manusia.

Lebih jelasnya bisa dilihat di trailer film ini sendiri (klik saja!).

(more and more I wanna say thanks to Ci Sonia Widjaja who brought me to see this movie. Long live indie movie, truly Indonesian soul! <3">)

Rabu, 19 Agustus 2009

BREAKAWAY or JUST STAY?

Hey all, blog reader yang setia, kalo ngunjungin blog (yg geje) ini pasti udah dengerin lagu "Breakaway, yang dipopulerkan Kelly Clarkson, secara lagu itu ada di mix-pod blog ini. Kata, Kibro alias kakaku tercinta, lagu ini biasa ajah dan jelas kalah bagus sama lagu-lagu rap jadul karya Tupac Shakur, rapper fave-nya. Tapi, Breakaway punya makna sendiri buatku.

Ehmm,, I never move from place to place. I grow in the same place and it's the only place I know.
Setahun setelah kelahiranku yang menggemparkan di Jakarta, keluargaku mutusin pindah ke daerah sepi bernama Bumi Serpong Damai, tepatnya di bilangan Tangerang. Yep, hingga akhirnya sekarang aku sendiri sudah empat belas tahun dan tandanya sudah tiga belas tahun aku mendekam di tempat ini. Kalau kata orang anak berumur satu tahun itu belum mengenal dunia, maka dunia yang aku kenal hanyalah BSD.

Hidup, menurutku, itu ramai dengan banyak cerita. Tapi, soal suasana yang kulewati dalam keseharian... sepi. Aku tinggal bareng dua orang tua, satu kakak cowok, nenek (yang tinggal bareng akibat stroke), dan satu pembantu rumah tangga. Ortu dua-duanya kerja. Kakak hobinya ngeluyur, biarpun kita rukuun banget. Aku nggak bilang kalo aku nggak diperhatiin. Nggak juga. Kalo ortu pulang, aku masih sempet ngobrol dan apalagi sama temen seperjuangan alias kakakku sendiri. Aku juga biasa ngejalin relasi sama pembantu di rumah. Yah, biarpun pembantu yang sekarang ini udah tua dan agak bigos dan nggak lupangabarin kabar infotaiment yang sebenernya kurang menarik bwtku (trakhir itu tetang nikah sirinya Ahmad Dhani ama tentang rencana menikahnya Cliff Sangra, mantan suami Suzanna, sama siapaa gitu...) 'coz I'm not a gossiper. But, well, I love my small and loving family...

More about my ordinary and just-still-the-same life, I've been a student in Sanur BSD for almost nine years... Aku masuk Sanur udah sejak kelas satu SD. Bangga juga sekolah di Sanur, sekolah terbaik dan terjamin di BSD dan sekitarnya. Sekolah ini disiplin dan selalu dibilang sekolah unggulan di bawah naungan Sr. Francesco yang punya totalitas yang tinggi. I find many stories here and here I know what I might be in the future. My history just begun here. Kisah di sanur makin berwarna pas masa SMP.

Kehidupan sederhana yang cukup menyenangkan, tapi... jenuh juga...

Yep, kehidupan yang samaa terus sepertinya emang cukup menjenuhkan. Penasaran sama dunia luar itu seperti apa. I dunno why but I have a dream to breakaway...

Grew up in a small town...
When the rain sould fall down...
I'd just stare out m window...
Dreaming of what could be and if I'd end up happy...
I would pray...
(Kelly Clarkson-Breakaway)

Sepenggal lirik lagu Kelly Clarkson, yang sebetulnya merupakan karya Avril Lavigne, itu menyelami angan. Mungkin aku agak ambisius dan punya terlalu banyak mimpi. Aku harus mulai menentukan jalan hidup seiring bertambahnya usia. Dan... sebentar lagi aku mau masuk SMA. Sejak kelas tujuh sampe kelas delapan, aku selalu bilang kalau aku mau masuk SMA Sanur BSD. Tapi, kian hari keinginan itu terus terkikis sampai hanya tinggal secercah saja. Hanya tipis. Aku mendadak ingin mencari tempat lain lagi untuk menimba ilmu. Gilanya lagi, I wanna seek out something more out from my hometown... Kalo aku nganggep Sanur itu sekolah terbaik di BSD, berarti aku nggak mau nyari sekolah di sekitar sini juga dong.

Dulu, aku pernah dapet teguran keras dari orang tua karena kebiasan begadang akibat insomnia yang nggak berdasar ini. Kalo nggak ngubah kebiasaan, aku bisa dikirim ke asrama Van Lith, Jawa Tengah. Wew, jauh amat, ya? Aku, sih, nurut-nurut ajah, dan emang aku nggak seratus persen mau dikirim ke sana. Tapi... anehnya, kok, aku malah tertarik.

Aku yakin kehidupan di Van Lith sama Sanur pasti beda banget. dua-duanya, sih, mungkin sama-sama disiplin. Tapi, gaya hidup di sanur masih kelihatan borju-nya dan mungkin tali persaudaraan nggak erat-erat amat. Kalo di Van Lith, kan, agak terpencil dan kita mau nggak mau harus hidup bareng temen-temen seasrama, jauh dari keluarga kandung.

Sanur itu sekolah bagus... Pendidikannya mungkin terbaik di daerah sekitar BSD sini...
Tapi... jenuh...

Trying hard to reach out...
and when I tried to speak out...
felt like no one could hear me...
Wanted to belong here...
but something felt so wrong here...
so I'd pray and breakaway....
(Breakaway- Kelly Clarkson)

Temen baekku, Olin, juga ternyata punya pemikiran yang sama. Yah, sama-sama lagi hunting SMA bagus laennya. Lucunya, kita sama2 tertarik sama Van Lith. Tapi, ngeliat-liat yang lain juga. Tapi, kita nggak ngelirik SMA di sekitar BSD juga. SMA yang jadi minat malah jauh-jauh semua. Belum ada pilihan yang tepat, padahal Januari sekolah-sekolah udah membuka pendaftaran. Harus cepet nentuinnya. Cuma kalau jauh, repot juga, ya... But all of us know that anything might be possible....

I'll spread my wings and I'll learn how to fly...
I'll do what it takes 'til I touch the sky...
I'll make a wish...
take a chance...
make a change...
and breakaway...
Out of the darkness and into sky....
But I won't forget all the ones that I love, I'll...
make a wish...
take a chance...
make a change...
and breakaway...
(Chorus of "Breakaway- Kelly Clarkson)

Kadang aku udah ngarep, berkhayal, dan semacamnya, gimana kehidupan kalo diluar Sanur. Agak ragu mau ngelanjutin di SMA sini. Tapi, pernah aku ngobrol sama temen. Dia lebih muda dan dia blom slama aku mendekam di Sanur. Aku nggak bilang mau pindah dari Sanur, cuma bilang kalau aku agak bosen. Trus, anak itu bilang, "Tapi, kalau misalkan pindah, nanti malah kangen sama Sanur, ya..."
Astaga, anak baru setaon di Sanur ajah udah bisa ngomong gitu, gimana gw??
Udah lama banget aku di Sanur dan jelas banyak memori yang juga manis tersimpan tentang Sanur... Apa kuat, ya, ninggalin Sanur?? Apalagi kalau ke Van Lith... Kan, jauh dari mana-mana...

Tapi, keinginan ada dan impossible if I could forget you all, pals...

I'll spread my wings and I'll learn how to fly...
Thou it's not easy to tell you goodbye...
I gotta make a wish...
take a chance...
make a change...
and breakaway...
out of the darkness and into the sky...
but I won't forget the place I come from, I gotta...
make a wish...
take a chance...
make a change...
and breakaway...
(Kelly Clarkson-Brekaway)

Lagu Breakaway, tuh, seperti bilang: "No place that far for your dreams. Be brave to take steps to go..." Tapi, ada juga beberap kisah yang mengingatkan tentang penyesalan seseorang yang meninggalkan pekerjaan dan rutinitas biasanya untuk hal baru, karena hal baru tersebut justru tak memuaskan. Harus bersyukur katanya.

Jadi, yang tepat yang mana. Should I stay or breakaway? Need your help, guys...

;;